History

Sejarah STT Moriah

STT Moriah lahir karena pergumulan dan kerinduan untuk memberitakan Injil ke seluruh negeri. (Mat 28:19-20). Kerinduan ini semakin mendalam saat melihat banyak orang yang perlu dilayani tetapi sedikit yang melayani, seperti kata Tuhan Yesus Kristus ‘Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit’. (Lukas 10:2). Oleh sebab itu STT Moriah memiliki motto “Melayani yang Tak Terlayani” dengan filosofi “Berdaya cipta dalam memperlengkapi mahasiswa untuk menghasilkan mahasiswa yang memiliki komitmen spiritual, sosial dan moral.”

STT Moriah didirikan dengan semangat  untuk melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus, yaitu memberitakan Injil ke seluruh bumi dan membina serta memperlengkapi gereja Tuhan yang dipanggil dan dipilih untuk tugas yang mulia bagi kemuliaan-Nya. “Moriah” adalah nama bukit di mana Abraham mempersembahkan anaknya Ishak sebagai perwujudan iman dan ketaatan kepada Tuhan serta kerinduan untuk memuliakan Tuhan. Nama MORIAH mengingatkan semua orang, untuk mempersembahkan hidup sebagai persembahan yang hidup dan yang kudus serta yang berkenan kepada Tuhan. Apapun yang kita lakukan bertujuan untuk memuliakan Tuhan, bukan memuliakan diri sendiri.

STT Moriah didirikan oleh  keluarga yang mengasihi Tuhan yaitu Bapak Handiman Tjokrosaputro dan Ibu Elizabeth Sindoro serta mendapat dukungan dari para pengajar yang memiliki beban dan misi yang sama pada tahun 2006. Sekarang, STT Moriah berada di bawah naungan Yayasan Moriah yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, pelatihan dan sosial di seluruh Indonesia.

Kirim pesan
Salom, STT Moriah menerima mahasiswa baru program S1 (PAK& Teologi), S2 (PAK& Teologi) dan S3 (Teologi). Silahkan hubungi kami.