Sinergi strategis demi kemajuan pendidikan teologi di Indonesia resmi terjalin melalui kesepakatan formal antara dua institusi keagamaan. Sekolah Tinggi Agama Kristen Reformed Remnant Internasional (STAKRRI) dan Sekolah Tinggi Teologi (STT) Moriah menyatukan visi untuk meningkatkan mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan secara virtual via Zoom pada 18 Agustus 2026.
Momen penting ini dihadiri langsung oleh Ketua STAKRRI, Shendy Lumintang beserta tim, serta Jenry E.C Mandey, Ph.D selaku Ketua STT Moriah bersama tim. Kehadiran jajaran pimpinan tertinggi dari kedua institusi ini menegaskan komitmen kuat untuk segera merealisasikan kolaborasi akademik yang berdampak luas bagi gereja dan masyarakat.
Kolaborasi Strategis Demi Generasi Pemimpin Masa Depan
Kemitraan ini dirancang sebagai wadah untuk saling mendukung, melengkapi, dan memajukan ekosistem pendidikan Kristen di era digital. Beberapa fokus utama yang disepakati dalam MoU ini meliputi:
- Kolaborasi Riset & Publikasi Ilmiah: Mengembangkan penelitian teologi kontekstual yang relevan dan solutif bagi tantangan zaman.
- Pengabdian Masyarakat Bersama: Menyatukan potensi dan sumber daya kedua institusi untuk melayani komunitas secara lebih luas.
- Pengembangan Kurikulum & Kegiatan Ilmiah: Menyelenggarakan webinar, workshop, dan konferensi akademik bersama guna meningkatkan kompetensi lulusan.

Komitmen Bersama untuk Dampak Nyata
Meski pertemuan ini dilaksanakan dari jarak jauh melalui layar digital, atmosfer kehangatan persaudaraan dan semangat pelayanan tetap terasa sangat kental di sepanjang acara.
Baik Shendy Carolina Lumintang, M.Th. M.Pd. Ketua maupun Jenry E.C Mandey, Ph.D, menyatakan rasa syukur yang mendalam atas tercapainya kesepakatan ini. Harapan besar ditumpukan agar kolaborasi ini tidak hanya menjadi dokumen formalitas, tetapi menjadi motor penggerak yang membawa perubahan positif berkelanjutan bagi iklim akademik dan pelayanan teologi nasional.





